UT GREEN

Green Building

Selain melakukan penataan tapak atau lahan yang ramah lingkungan, pembangunan gedung-gedung untuk perkantoran UT juga dilakukan dengan berwawasan ramah lingkungan. 

 

Penerapan Green Building untuk Pembangunan

Gedung di UT

Di samping memikirkan fungsi dari bangunan, perencanaan gedung UT juga memperhatikan aspek energi dan lingkungan, terutama energi listrik. 

Sedangkan aspek lingkungan yang harus diperhatikan adalah air karena lingkungan di sekitar UT merupakan daerah yang sulit air tanah. Dengan demikian bangunan di UT harus dilengkapi dengan resapan air untuk menampung air hujan agar air hujan tidak terbuang ke sungai. Air hujan sedapat mungkin terserap melalui sumur-sumur resapan untuk menjaga ketersediaan air tanah. 

Merencanakan pembangunan perkantoran dengan konsep di atas memang tidak mudah, terutama ditinjau dari segi biaya. Meskipun demikian, UT berusaha memenuhi standar bangunan yang dapat dikategorikan sebagai green building.

Konsep green building yang dicoba diterapkan dalam pembangunan gedung di UT meliputi masalah energi (listrik), kemudahan pemeliharaan, dan air resapan.

Secara umum, kebutuhan listrik untuk penerangan ruangan mencapai 20% dari seluruh beban listrik. Karena itu, untuk menghemat pemakaian listrik, gedung di UT didesain untuk dapat memanfaatkan penerangan alami secara optimal.

Untuk itu, gedung-gedung di UT banyak menggunakan jendela dan pintu kaca. Kaca merupakan material yang unik dan memiliki karakteristik transparan.

Ruang kerja sudah cukup terang hanya dengan menggunakan penerangan sinar matahari. Untuk keperluan kerja pada pagi hingga siang hari lampu-lampu yang dipasang di sepanjang jendela kaca tidak perlu dinyalakan. Untuk memanfaatkan penerangan alami secara optimal, jaringan lampu penerangan/listrik dapat diatur secara paralel. Lampu-lampu yang dekat jendela kaca dihubungkan dengan satu saklar yang sama. Demikian juga dengan lampu-lampu penerangan yang jauh dari jendela kaca.

Meskipun demikian, penggunaan cahaya alami juga mengandung risiko, yaitu cahaya yang ditransmisikan ke dalam ruangan juga menghantarkan udara panas. Untuk itu, bangunan di UT dirancang menggunakan jenis kaca yang tidak menghantarkan panas ke dalam ruangan, seperti kaca stopsol.

Dengan demikian jendela kaca yang berjejer pada sebagian besar bangunan UT bukan hanya berfungsi menghantarkan cahaya dari luar, tetapi juga memantulkan udara panas sehingga beban pendingin ruangan tidak terlalu berat.