UT GREEN

Green Space

Kantor pusat UT pada awal pembangunannya (tahun 1985) menempati lahan seluas 11 ha di kawasan Pondok Cabe Tangerang Selatan. Pada penataan kantor pusat, UT menyediakan taman-taman di sekitar gedung-gedung, wilayah pedestrian, serta pada ruang terbuka biru dan hijau. 

Kantor pusat UT memiliki Koefisien Dasar Bangunan (KDB) di bawah 50 %, serta ruang terbuka biru berupa danau dan taman olah raga yang mencapai 10% dari luas lahan UT, serta memiliki komposisi vegetasi 50% lahan tertutupi luasan pohon ukuran kecil, ukuran sedang, ukuran besar, perdu setengah pohon, perdu, semak dalam ukuran dewasa dengan berbagai jenis tanaman.

Area Dasar Hijau

Sebagai perguruan tinggi yang sedang berupaya menuju ke UT Green Campus, maka UT memperhatikan penataan kawasan yang ramah lingkungan. Penataan ramah lingkungan itu tentu saja tidak hanya ditujukan bagi kenyamanan sivitas akademika UT, tetapi juga sebagai bentuk partisipasi UT dalam menjaga kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Hal ini diharapkan  dapat pula dirasakan oleh warga di sekitar lokasi kantor UT, baik untuk keberlanjutan  secara ekologis, sosial, maupun secara ekonomi melalui kegiatan tridharma perguruan tinggi.
 

Upaya Universitas dalam menjaga keberlanjutan secara ekologis adalah dengan mempertahankan bentang lahan yang berkontur, sehingga  pembangunan kawasan kantor UT diupayakan tidak terlalu banyak mengubah bentang alam.
 

Upaya lain yang dilakukan UT adalah mengelompokkan bangunan-bangunan yang fungsinya berdekatan dalam zonasi yang sesuai. Misalnya, di dalam Zona Publik terdapat bangunan yang sifatnya untuk pelayanan publik seperti masjid, pujasera, koperasi, perbankan, serta tugu ikon sebagai land mark kawasan Kantor Pusat UT. Sementara itu, gedung fakultas, gedung pascasarjana dan perpustakaan dibangun pada satu lokasi yang berdekatan, yang disebut dengan Zona Fakultas. Gedung perpustakaan yang terletak berdekatan dengan gedung fakutas memudahkan para dosen, penulis modul, dan penulis soal untuk memanfaatkan sumber bacaan yang tersedia di perpustakaan UT. Selain Zona Publik dan Zona Fakutas, terdapat pula Zona Penunjang Manajemen, yang terdiri dari gedung Rektorat, gedung BAUK (Biro Administrasi, Umum, dan Keuangan), gedung BAAPM (Biro Administrasi Akademik, Perencanaan, dan Monitoring), dan gedung Kualitas. Sedangkan gedung Lembaga terdiri atas Gedung LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) dan Gedung LPBAUSI (Lembaga Pengembangan Bahan Ajar, Ujian, dan Sistem Informasi), yang dibangun di sekitar danau UT.

 

Ruang Terbuka Biru

Ruang terbuka biru merupakan area yang berfungsi untuk mencegah banjir pada musim penghujan dan untuk menyimpan air pada musim kemarau. Ruang terbuka biru di UT diwujudkan dalam bentuk danau.  Pada area di sekitar ruang terbuka biru tersebut ditanam beberapa koleksi tumbuhan Indonesia yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia, yang dibawa oleh sivitas akademika dari kantor UPBJJ. Sedangkan area ruang terbuka hijau merupakan area yang ditanami berbagai tetumbuhan, mulai dari tanaman penutup tanah (seperti rumput), semak, perdu dan pohon (tanaman tinggi berkayu).
 

Green Space Lihat
Ruang Terbuka Hijau di UT