AIDA di Antara Puluhan Ribu Kelas Virtual

AIDA di Antara Puluhan Ribu Kelas Virtual

TANGERANG SELATAN — Di balik ketenangan kampus utama Universitas Terbuka di Pondok Cabe, sirkuit siber bekerja tanpa henti mengelola jutaan interaksi akademik setiap harinya. Pada Semester Genap 2025/2026, sebanyak 32.126 kelas tutorial online di UT telah berjalan dengan pendampingan langsung dari asisten kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang diberi nama AIDA YUNIKa.

Server Mandiri320 TBkapasitas server internal UT
Mahasiswa760.000mahasiswa aktif dilayani
JaringanDual ISPinternet redundan untuk akses stabil
IIOE Awards 2025UNESCOPenghargaan Kategori 1 untuk ICE Institute

AIDA YUNIKa bukanlah sekadar eksperimen teknologi terisolasi, melainkan bagian dari implementasi terstruktur kebijakan Digital Learning Ecosystem (DLE) yang disahkan melalui Keputusan Rektor Nomor 501 Tahun 2026. Di tingkat pembelajaran, asisten cerdas ini mendampingi tutor dalam memantau keaktifan kelas, mengevaluasi kedalaman diskusi mahasiswa, serta memberikan umpan balik akademik secara presisi. Inovasi siber ini dipandu oleh panduan resmi penggunaan kecerdasan buatan generatif (GenAI) yang aman dan beretika.

Seluruh aktivitas digital masif ini ditopang oleh kesiapan infrastruktur yang luar biasa tangguh. UT mengelola kapasitas server internal mandiri hingga 320 Terabyte, yang didukung konfigurasi jaringan internet redundan dual ISP untuk menjamin stabilitas akses bebas hambatan bagi sekitar 760.000 mahasiswa aktif. Seluruh sistem administrasi dan operasional institusi juga telah bertransformasi ke layanan tanpa kertas (paperless), terintegrasi penuh dalam sistem Single Sign-On (SSO) pengamanan data. Layanan ini mencakup platform perencanaan SIPPP, sistem pengadaan digital ProMISe, penatausahaan aset digital E-Asset, persuratan digital Panutan, hingga sistem kepegawaian SISMA.

Apresiasi Internasional UNESCO Atas Transformasi Ekologis

Keberhasilan UT dalam menggunakan teknologi digital dengan prinsip keberlanjutan ramah lingkungan mendapatkan pengakuan tertinggi di kancah dunia. Konsorsium ICE Institute (Indonesia Cyber Education Institute) yang dipimpin langsung oleh Rektor UT berhasil memenangkan Penghargaan Kategori 1 pada ajang bergengsi IIOE Awards 2025 oleh UNESCO ICHEI di Singapura. Penghargaan ini dianugerahkan atas keberhasilan UT dalam memelopori integrasi program sertifikasi mikro-kredensial dan studi independen berskala nasional secara ramah lingkungan dan bebas kertas.

Melalui platform ICE Institute, UT telah melatih 420 pendidik nasional, menerbitkan 191 sertifikasi mikro-kredensial, serta memfasilitasi lebih dari 7.000 pembelajar online di seluruh Indonesia. Keberhasilan ini membuktikan bahwa demokratisasi akses pendidikan tinggi berteknologi tinggi dapat diwujudkan tanpa merusak keseimbangan ekologi planet bumi.

Metrik KeberhasilanDampak Nasional yang Dicapai
Pendidik yang Berhasil Dilatih420 Pendidik Profesional
Sertifikasi Mikro-kredensial yang Diterbitkan191 Sertifikat Resmi
Pembelajar Online yang TerfasilitasiLebih dari 7.000 Pembelajar Aktif
Tabel 1: Indikator pencapaian nasional program mikro-kredensial terintegrasi oleh ICE Institute.
Lainnya

Berita lainnya