Tangerang Selatan – Implementasi Green Campus tidak seharusnya berhenti di dalam pagar universitas. Menyadari hal tersebut, Universitas Terbuka (UT) terus memperluas dampak ekologisnya hingga menyentuh lini kehidupan masyarakat dan komunitas global. Melalui integrasi program pelestarian lingkungan, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berbasis teknologi tepat guna, hingga kepemimpinan di forum perubahan iklim internasional, UT mengukuhkan perannya dalam akselerasi pencapaian 17 Sustainable Development Goals (SDGs).
Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem Kampus
Di tingkat lokal, UT menunjukkan dedikasi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan ekologi melalui program konservasi danau kampus. Sejak tahun 2010 hingga 2026, UT secara rutin melepaskan 2 hingga 4 ton ikan setiap tahunnya ke dalam danau. Upaya ini mencapai puncaknya pada proyek restorasi besar-besaran di tahun 2025, di mana sebanyak 5 ton ikan ditebar untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem air.
Selain itu, komitmen terhadap ruang terbuka hijau diwujudkan lewat partisipasi aktif sivitas akademika UT dalam Gerakan Penanaman Pohon bersama Forum LPPM BKS-PTN Barat pada Juni 2026. Gerakan ini dirancang untuk meningkatkan tutupan hijau kampus, mendukung penyerapan emisi karbon, serta membangun budaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Inovasi Energi Bersih untuk Pemberdayaan Pelosok Desa
Dampak lingkungan UT semakin dirasakan masyarakat luas melalui program pengabdian yang menyentuh kawasan terpencil. Di Desa Juruan Daya, Sumenep, Madura, tim akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT memasang teknologi panel surya (solar cell) di dua titik strategis kawasan wisata Pantai Galung. Program ini tidak hanya menghadirkan kemandirian energi dan ekowisata, tetapi juga membekali warga dengan pelatihan teknis pengoperasian sistem surya.
Langkah serupa yang tak kalah krusial dilakukan di pedalaman Ciseeng, Bogor. Dosen UT terjun langsung memasang lampu jalan bertenaga surya di jalur perbukitan hutan bambu. Jalur ini merupakan urat nadi akses ekonomi warga untuk mengangkut hasil bumi ke pasar pada malam hari, di mana sebelumnya kawasan tersebut sama sekali belum tersentuh aliran listrik PLN hingga tahun 2021.
Tidak hanya itu, aksi nyata kepedulian ekologi dan mitigasi bencana juga dilakukan oleh mahasiswa dan staf UT Surabaya melalui penanaman ratusan pohon di Hutan Megolemet, Mojokerto. Penanaman yang dilakukan menjelang musim hujan ini strategis untuk mencegah erosi dan tanah longsor, sekaligus mendukung pengembangan kawasan Ekowisata Akar Seribu. UT juga berinovasi menciptakan wastafel portabel otomatis bertenaga surya untuk masyarakat guna mendukung kebersihan sekaligus kesadaran energi terbarukan.
Kepemimpinan di Forum Iklim Internasional
Di kancah global, Universitas Terbuka mengambil peran sebagai inisiator pertukaran ilmu terkait krisis iklim. UT sukses menjadi tuan rumah ASEAN Higher Education Conference (AHEC) 2023 yang mengangkat tema "Mitigasi Perubahan Iklim", dan berhasil menarik perhatian 8.236 peserta dari 32 negara. Melanjutkan kesuksesan tersebut, UT kembali menggelar Open Society Conference (OSC) ke-6 pada tahun 2024 dengan tema "Menghadapi Masa Depan yang Tangguh melalui Keberlanjutan dan Inovasi", yang diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta. Melalui kolaborasi multisektoral ini, UT membuktikan bahwa aksi iklim memerlukan sinergi dari tingkat desa hingga forum antarnegara. Seluruh inisiatif holistik ini secara langsung mendukung pemenuhan target SDGs, khususnya pada pilar Energi Bersih dan Terjangkau (SDG 7), Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (SDG 11), Penanganan Perubahan Iklim (SDG 13), Ekosistem Laut (SDG 14), Ekosistem Darat (SDG 15), hingga Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).
Laporan Statistik Partisipasi Program: AHEC, Lomba Mancing, dan OSC
Infografis ini menyajikan data kuantitatif partisipasi peserta pada tiga kegiatan yang berbeda untuk membandingkan skala keterlibatan masyarakat atau mahasiswa dalam setiap program tersebut.
Program dengan tingkat partisipasi tertinggi di antara kategori yang dibandingkan.
Menunjukkan tingkat keterlibatan yang signifikan untuk program beasiswa/kompetisi.
Representasi jumlah peserta untuk kegiatan perayaan atau hobi.
Perbandingan Jumlah Partisipan
