TANGERANG SELATAN – Universitas Terbuka (UT) secara resmi mengoperasikan 30 unit sepeda kayuh kuning sebagai salah satu armada mikro-mobilitas bebas emisi di lingkungan Kampus Pusat, Pondok Cabe. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen nyata universitas dalam mendukung agenda global pengurangan emisi karbon sekaligus mendongkrak peringkat UT dalam penilaian UI GreenMetric World University Rankings.
Pengadaan fasilitas ramah lingkungan ini ditujukan bagi seluruh sivitas akademika—baik dosen, staf administrasi, maupun tamu kunjungan—untuk mempermudah mobilisasi antar-gedung tanpa harus mengandalkan kendaraan bermotor pribadi. Melalui pemanfaatan sepeda kayuh tersebut, UT berupaya menekan emisi karbon yang berasal dari sektor transportasi internal kampus.
Fasilitas ini sudah mulai beroperasi penuh dan tersebar di sejumlah titik strategis di area Kampus Pusat UT, Pamulang, Tangerang Selatan. Penempatan armada difokuskan pada koridor-koridor yang menghubungkan gedung akademik dan administratif utama.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons UT terhadap tantangan perubahan iklim di kawasan urban yang padat. Sebagai Cyber University yang mengusung konsep Green Campus, UT ingin membuktikan bahwa tata kelola operasional lembaga pendidikan dapat tetap berjalan optimal secara digital sekaligus berkelanjutan secara ekologis.
Sepeda kuning direncanakan akan ditempatkan di gedung-gedung strategis. Untuk menikmati fasilitas ini sangat mudah, pengguna hanya perlu mengisi data isian yang tersedia di setiap gedung. Kedepannya pengguna dapat mengaksesnya secara gratis melalui aplikasi mobility dashboard yang telah terintegrasi dengan sistem teknologi informasi kampus. Sivitas akademika cukup mengambil sepeda di stasiun terdekat, menggunakannya di sepanjang jalur sepeda (dedicated bicycle lanes) yang aman, lalu mengembalikannya ke pos pemberhentian yang ditentukan guna memastikan tata ruang tetap rapi dan terjaga.
Dengan hadirnya 30 unit sepeda kuning ini, UT optimis dapat menciptakan budaya aktif berjalan kaki dan bersepeda (active transit), yang secara langsung akan memperkuat nilai indikator transportasi pada kuesioner keberlanjutan global.
