Tekan Emisi Lintas Wilayah, Universitas Terbuka Luncurkan Sistem Shuttle Bus Bogor-UT dan Ekosistem Mikro-Mobilitas Hijau

Tekan Emisi Lintas Wilayah, Universitas Terbuka Luncurkan Sistem Shuttle Bus Bogor-UT dan Ekosistem Mikro-Mobilitas Hijau
Bus jemputan pegawai Universitas Terbuka
Foto : Bus jemputan pegawai Universitas Terbuka (Dokumentasi UT)

TANGERANG SELATAN, 2026 – Dalam upaya berkelanjutan untuk menekan emisi karbon, Universitas Terbuka (UT) secara resmi meluncurkan program transportasi terintegrasi yang ambisius di lingkungan kampus utamanya, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. UT menyadari bahwa pergerakan komuter lintas wilayah merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam lonjakan emisi karbon institusi. Oleh karena itu, UT mengambil langkah konkret dengan menyediakan layanan bus jemputan (shuttle bus) khusus rute pulang-pergi (PP) Bogor–UT yang diperuntukkan bagi para pegawai.

Rute Bogor-UT30,4 kmsekali jalan, hampir 61 km pulang-pergi
Intra-Kampus4bus jemputan aktif di lingkar kampus
Hub Terhubung5gedung inti dilayani shuttle
Armada Bersama10Toyota Kijang Innova dinas

Langkah strategis ini dirancang untuk mengubah paradigma mobilitas civitas akademika dari ketergantungan pada kendaraan pribadi menuju transportasi publik yang terkelola. Program penataan transportasi ini terbagi ke dalam dua sistem yang saling menyangga, mulai dari mitigasi komuter regional hingga pergerakan mikro di dalam lingkar kampus.

Pengurangan Emisi

Layanan shuttle bus Bogor–UT ini menjadi ujung tombak universitas dalam menekan emisi gas rumah kaca tidak langsung. Layanan ini secara sistematis mengelola mobilitas harian karyawan dengan menempuh jarak yang cukup jauh, yaitu sekitar 30,4 kilometer untuk sekali jalan (atau hampir 61 kilometer untuk rute pulang-pergi). Dengan menyatukan para komuter yang biasanya menggunakan mobil atau sepeda motor pribadi dari Bogor menuju Kampus Pondok Cabe, inisiatif ini secara langsung memotong volume kemacetan di jalan tol dan jalur arteri antarkota. Langkah ini secara terukur berhasil memangkas jejak karbon (greenhouse gas footprint) sekunder yang dihasilkan oleh aktivitas operasional universitas.

Mobilitas Intra-Kampus

Selain transportasi antar kota, UT juga mengoperasikan shuttle sebanyak 4 unit bus jemputan aktif dikerahkan untuk menjembatani jarak fisik antara lima pusat kelembagaan inti, yaitu Gedung LPBAUSI, Gedung LPPM, Wisma 2, Gedung FKIP, dan Gedung Rektorat. Untuk mendukung pergerakan bus, UT juga mengoptimalkan armada operasional bersama yang terdiri dari 10 unit Toyota Kijang Innova dinas, 2 unit van Toyota Hiace, serta 2 unit mobil golf listrik.

Melalui kombinasi matang antara penyediaan shuttle antar kota berkapasitas besar, manajemen ketat kendaraan intra-kampus, dan penyediaan teknologi mikro-mobilitas gratis, Universitas Terbuka membuktikan diri mampu menjadi pelopor transformasi hijau di sektor pendidikan tinggi Indonesia.

Lainnya

Berita lainnya