Tangerang Selatan, Juni 2026. Universitas Terbuka (UT) mencatat pencapaian positif dalam upaya mewujudkan kampus berkelanjutan melalui penurunan konsumsi energi listrik sepanjang tahun 2026. Berdasarkan hasil monitoring penggunaan listrik kampus, konsumsi listrik mengalami penurunan dari 328.500 kWh pada tahun 2025 menjadi 295.650 kWh pada tahun 2026, atau berkurang sekitar 32.850 kWh (9,99%).
Transformasi Budaya Kerja yang Menghemat Energi
Penurunan konsumsi energi ini merupakan hasil implementasi berbagai kebijakan efisiensi energi yang telah diterapkan secara bertahap di lingkungan Universitas Terbuka. Salah satu faktor utama yang memberikan kontribusi signifikan adalah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi sivitas akademika, sesuai dengan kebijakan pemerintah mengenai transformasi budaya kerja dan efisiensi energi yang mulai diberlakukan pada tahun 2026. Kebijakan tersebut mengurangi aktivitas operasional di kantor, sehingga penggunaan listrik untuk sistem pendingin ruangan (AC), pencahayaan, komputer, peralatan kantor, serta fasilitas pendukung lainnya menjadi lebih rendah.
WFH Setiap Jumat
Aktivitas operasional kantor berkurang satu hari penuh setiap pekan, menekan pemakaian AC, pencahayaan, komputer, dan fasilitas pendukung di seluruh gedung kampus.
Optimalisasi Panel Surya
Sistem PLTS kampus semakin optimal memasok kebutuhan listrik pada siang hari, mengurangi ketergantungan terhadap jaringan PLN secara berkelanjutan.
Energi Surya Semakin Berperan
Selain kebijakan WFH, penurunan konsumsi energi juga dipengaruhi oleh semakin optimalnya pemanfaatan energi terbarukan berbasis panel surya (solar photovoltaic) yang telah dikembangkan Universitas Terbuka sebagai bagian dari implementasi program Green University. Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah memberikan kontribusi yang semakin baik dalam memenuhi sebagian kebutuhan listrik kampus pada siang hari. Produksi energi dari panel surya tersebut membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik dari jaringan PLN sehingga konsumsi listrik konvensional dapat ditekan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Universitas Terbuka dalam mengembangkan infrastruktur kampus ramah lingkungan dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari implementasi indikator UI GreenMetric.
Dampak Nyata bagi Keberlanjutan
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kombinasi antara transformasi pola kerja digital, peningkatan efisiensi operasional, dan pemanfaatan energi bersih mampu menghasilkan dampak nyata terhadap penghematan energi kampus. Selain menghasilkan efisiensi biaya operasional, penurunan konsumsi listrik juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek energi bersih dan aksi terhadap perubahan iklim.
Langkah ke Depan
Ke depan, Universitas Terbuka akan terus memperluas pemanfaatan teknologi energi terbarukan, meningkatkan sistem monitoring konsumsi energi secara digital, serta mengembangkan berbagai kebijakan efisiensi energi agar tercipta lingkungan kampus yang semakin hijau, modern, dan berkelanjutan. Langkah tersebut memperkuat komitmen Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang tidak hanya unggul dalam transformasi digital pendidikan, tetapi juga menjadi pelopor penerapan konsep Green University di Indonesia.
Kampus Hijau, Energi Bersih, Masa Depan Berkelanjutan
UT terus bergerak menuju kampus yang semakin efisien dan ramah lingkungan melalui energi terbarukan dan transformasi digital.
Jelajahi UT Green University