Satu Hari, 39 Kampus, Ratusan Ribu Pohon: PTN Barat Indonesia Nyatakan Perang Terhadap Krisis Iklim

Satu Hari, 39 Kampus, Ratusan Ribu Pohon: PTN Barat Indonesia Nyatakan Perang Terhadap Krisis Iklim
Universitas Terbuka menyiapkan 300.000 bibit pohon per tahun untuk mahasiswa dan alumni - menjadikan penghijauan bukan sekadar seremonial, melainkan gerakan permanen.

TANGERANG SELATAN, 8 Juni 2026. Bumi tidak menunggu. Dan pada Senin pagi, 8 Juni 2026, 39 perguruan tinggi negeri di seluruh wilayah barat Indonesia memilih untuk tidak menunggu juga. Secara serentak, dari Sumatera hingga Bali, dari kampus besar hingga kampus daerah, ribuan pohon ditancapkan ke tanah dalam satu gerakan yang terkoordinasi: Gerakan Penanaman Pohon Serentak Forum LPPM BKS-PTN Barat.

Serentak39perguruan tinggi negeri PTN Barat menanam di hari yang sama
Setiap Tahun300.000bibit pohon disiapkan UT untuk mahasiswa & alumni
Menyebar3titik UT bergerak serentak: Pusat Pondok Cabe, Denpasar & Samarinda
Penanaman pohon serentak
Foto 2 - Suasana penanaman pohon di lingkungan kampus.

Di Universitas Terbuka (UT) Pusat, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, penanaman pohon berlangsung dihadiri langsung oleh Rektor, tiga Wakil Rektor, dan Kepala LPPM - bukan sekadar foto seremonial, melainkan sebuah deklarasi arah institusi.

Saat Kampus Turun ke Tanah

Indonesia kehilangan tutupan hutan secara masif setiap tahun. Suhu kota terus merangkak naik. Target SDGs 2030 soal lingkungan - termasuk SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) - masih jauh dari tercapai. Perguruan tinggi, yang selama ini berbicara tentang keberlanjutan di ruang kuliah, kini ditantang untuk membuktikannya di lapangan.

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama forum LPPM di BKS-PTN Barat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Semangat penanaman pohon ini tidak berhenti di UT Pusat, namun telah menyebar secara serentak hingga ke UT Denpasar dan UT Samarinda.”

- Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D., Kepala LPPM Universitas Terbuka
Pimpinan UT menanam pohon
Foto 3 - Rektor bersama Wakil Rektor dan Kepala LPPM.

Bukan Gerakan Satu Hari

Yang membedakan UT dari peserta lain: ini bukan gerakan satu hari. Mulai 2026, setiap mahasiswa dan wisudawan UT membawa pulang sebatang pohon - mengubah penghijauan menjadi kebiasaan yang menyebar ke seluruh negeri.

1 Pohon Produktif · Mahasiswa Baru

Setiap mahasiswa baru menerima satu pohon produktif untuk ditanam di sekitar tempat tinggalnya - pohon yang bisa dipanen, menjadi sumber penghasilan, sekaligus investasi hijau bagi keberlangsungan studi mereka.

1 Pohon Warisan · Wisudawan

Setiap wisudawan dibekali satu pohon sebagai warisan hijau saat meninggalkan kampus - menjadikan setiap alumni agen penghijauan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Bibit pohon produktif
Foto 4 - Penyiraman bibit pohon.

Dengan lebih dari 300.000 mahasiswa aktif, UT memproyeksikan distribusi 300.000 bibit pohon per tahun - menjadikan setiap alumni sebagai agen penghijauan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

“Ini gerakan kecil dari UT yang akan berdampak besar bagi Indonesia. Setidaknya setiap tahun UT dapat menyediakan 300.000 bibit pohon untuk mahasiswa dan alumni sehingga semakin menghijaukan bumi.”

- Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., Rektor Universitas Terbuka
Semangat penghijauan UT

Satu Pohon, Satu Langkah Menuju Bumi yang Lebih Hijau

UT Green University mengajak setiap mahasiswa, alumni, dan civitas akademika menjadikan penghijauan sebagai gaya hidup - bukan seremoni sesaat.

Jelajahi UT Green University
Lainnya

Berita lainnya