Tangerang Selatan. Universitas Terbuka (UT) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung aksi mitigasi perubahan iklim melalui berbagai program efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Berbagai kebijakan yang diterapkan selama satu tahun terakhir berhasil menurunkan jejak karbon kampus sekaligus memperkuat implementasi konsep Green Campus yang sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan.
Inventarisasi Emisi yang Terstandarisasi
Berdasarkan hasil perhitungan inventarisasi emisi karbon, total jejak karbon Universitas Terbuka berasal dari tiga sumber utama, yaitu konsumsi energi listrik, penggunaan kendaraan bermotor, dan aktivitas transportasi sepeda motor di lingkungan kampus. Perhitungan dilakukan menggunakan faktor emisi yang direkomendasikan oleh UI GreenMetric, sehingga menghasilkan data yang terstandarisasi dan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi kinerja lingkungan kampus.
Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa konsumsi energi listrik masih menjadi kontributor terbesar terhadap emisi karbon kampus. Meskipun demikian, berbagai program efisiensi energi yang telah diterapkan berhasil menekan peningkatan konsumsi listrik, termasuk optimalisasi penggunaan peralatan hemat energi, pengaturan operasional gedung, serta pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan.
Empat Jalur Penurunan Emisi
Efisiensi Energi
Peralatan hemat energi, pengaturan operasional gedung, dan pemanfaatan PLTS menekan peningkatan konsumsi listrik kampus.
Transportasi Berkelanjutan
Fasilitas sepeda, pengaturan mobilitas kendaraan, dan kawasan ramah pejalan kaki mengurangi kendaraan berbahan bakar fosil.
Pemantauan Digital
Sistem pemantauan energi real-time menjadi dasar strategi efisiensi dan evaluasi efektivitas program pengurangan emisi.
Penghijauan Kampus
Penanaman pohon dan ruang terbuka hijau yang terus bertambah menyerap CO₂ dan meningkatkan kualitas udara.
Data sebagai Dasar Kebijakan
Rekapitulasi inventarisasi karbon menunjukkan bahwa total emisi karbon Universitas Terbuka selama periode pelaporan mencapai sekitar 245,7 metrik ton CO₂ ekuivalen (CO₂e). Data tersebut menjadi acuan penting dalam penyusunan kebijakan pengurangan emisi pada tahun-tahun berikutnya sekaligus menjadi indikator keberhasilan implementasi program konservasi energi dan pengelolaan lingkungan kampus secara berkelanjutan.
Selaras dengan Empat Tujuan SDGs
Menuju Kampus Rendah Karbon
Ke depan, Universitas Terbuka akan terus memperkuat berbagai inisiatif mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan kapasitas energi terbarukan, perluasan sistem manajemen energi, pengembangan transportasi rendah emisi, serta implementasi kebijakan operasional yang lebih efisien. Melalui evaluasi jejak karbon yang dilakukan secara berkala, Universitas Terbuka tidak hanya memastikan keberhasilan program pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mewujudkan kampus hijau, rendah karbon, dan berkelanjutan di Indonesia.
Mengukur, Mengurangi, Mempertanggungjawabkan
Dengan data jejak karbon yang terukur, UT melangkah pasti menuju kampus rendah karbon dan berkelanjutan.
Jelajahi UT Green University