Beritakota.id, Jakarta – Sebanyak 2.578 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Jakarta mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian Gelombang 5 di Gedung UT Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (5/9/2026).
OSMB UT Jakarta tak sekadar mengenalkan sistem perkuliahan, kegiatan ini menjadi momentum untuk membekali mahasiswa menghadapi karakter pendidikan jarak jauh yang menuntut kemandirian, disiplin, kemampuan mengatur waktu, hingga tanggung jawab dalam menjalani proses akademik.
OSMB UT Jakarta dibuka secara resmi oleh Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dan Direktur UT Jakarta Drs. Moh. Muzammil, M.M., serta Keynote Speech dari Direktur Belmawa Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. yang dilanjutkan dengan penyematan almamater dan penyerahan bibit pohon dari IKA UT Jakarta oleh Dr. Drs. Karjono Atmoharsono, S.H., M.Hum.
Para peserta juga disajikan materi utama mengenai integritas, etika digital, dan sistem platform UT oleh Dr. M. Jeffri Arimandes Chandra, S.H., M.H., pemahaman sistem Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) dan perpustakaan digital oleh Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si., serta pembekalan Klinik Ujian mengenai registrasi, jenis ujian online/UTM, dan peraturan akademik oleh Dr. Kartono, S.Pd., M.Si.
Integritas & Etika Digital
Integritas, etika digital, dan sistem platform UT.
Dr. M. Jeffri Arimandes Chandra, S.H., M.H.
Sistem PTJJ & Perpustakaan Digital
Pemahaman sistem Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) dan perpustakaan digital.
Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si.
Klinik Ujian
Registrasi, jenis ujian online/UTM, dan peraturan akademik.
Dr. Kartono, S.Pd., M.Si.
Direktur UT Jakarta, Drs. Moh. Muzammil, M.M., mengatakan menjadi mahasiswa UT berarti harus siap mengelola proses belajar secara mandiri.
Menurutnya mahasiswa perlu memahami sejak awal bagaimana menyusun strategi belajar, mempersiapkan ujian, hingga memanfaatkan berbagai layanan akademik yang tersedia.
“Kuliah adalah proses menjadi mahasiswa yang mandiri, dibekali untuk menyusun belajar, menghadapi ujian, dan sebagainya,”
- Drs. Moh. Muzammil, M.M., Direktur UT Jakarta
OSMB dan Klinik Ujian juga tidak hanya dipusatkan di UTCC, tetapi menjadi bagian dari upaya UT Jakarta memberikan pembekalan kepada mahasiswa di berbagai wilayah layanan.
Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa OSMB di UT memiliki tujuan yang berbeda dari kegiatan orientasi pada perguruan tinggi konvensional.
Menurutnya kegiatan tersebut bukan perpeloncoan, melainkan pembekalan agar mahasiswa memahami pola pendidikan jarak jauh sekaligus mengenal ekosistem pembelajaran digital UT. Mahasiswa diperkenalkan dengan MyUT, Tutorial Online (Tuton), Perpustakaan Digital UT, serta berbagai layanan akademik yang dapat menunjang perjalanan studi mereka.
“Ini adalah bukti bahwa registrasi yang dibayarkan mahasiswa termasuk katalog yang diterima mahasiswa, menjadi simbol kepada mahasiswa,”
- Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., Rektor Universitas Terbuka
Pembekalan tersebut menjadi semakin relevan di tengah transformasi UT sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan konsep Green Campus Digital. Sehari sebelum OSMB UT Jakarta digelar, tepatnya Kamis (3/9/2026), UT menerima Anugerah Ekonomi Hijau dari detikcom atas penerapan Green Campus Digital dalam transformasi pendidikan.
Penghargaan itu menjadi pengakuan terhadap upaya UT mengintegrasikan pendidikan jarak jauh, teknologi digital, efisiensi sumber daya, serta prinsip keberlanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan. Konsep tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan jarak jauh tidak hanya menawarkan fleksibilitas belajar, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang lebih ramah lingkungan. Pemanfaatan sistem digital dan pembelajaran jarak jauh memungkinkan proses pendidikan berlangsung tanpa ketergantungan pada aktivitas tatap muka secara rutin.
Sebelumnya, UT juga telah mengembangkan berbagai inisiatif kampus hijau digital, termasuk penerapan sistem paperless dan digital learning ecosystem untuk mengurangi penggunaan sumber daya serta memperluas akses pendidikan.
Di tengah perkembangan teknologi, persoalan integritas akademik juga menjadi perhatian UT Jakarta. Prof Ali mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat untuk memperdalam pemahaman dan mengembangkan gagasan, bukan untuk menggantikan proses berpikir.
Dia meminta mahasiswa menghindari plagiarisme dan kecurangan dalam ujian maupun tugas. Pesan tersebut sejalan dengan tantangan pendidikan masa kini, ketika kemampuan memanfaatkan teknologi harus berjalan beriringan dengan integritas, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap keberlanjutan.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., turut mengapresiasi pembekalan yang diberikan kepada mahasiswa baru UT.
Ia menilai kemandirian dan disiplin menjadi kunci keberhasilan mahasiswa dalam menempuh pendidikan jarak jauh.
“Salah satu kuncinya adalah pembekalan di awal. Kami mengapresiasi Universitas Terbuka dan berharap mahasiswa UT dapat lulus tepat waktu serta memiliki kompetensi yang sesuai,”
- Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi
Melalui OSMB dan Klinik Ujian, UT Jakarta tidak hanya ingin memastikan mahasiswa memahami cara belajar di perguruan tinggi jarak jauh. Lebih jauh, ribuan mahasiswa baru tersebut dipersiapkan menjadi pembelajar mandiri yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, menjunjung tinggi integritas akademik, serta memiliki kepedulian terhadap tantangan keberlanjutan.
Semangat itu sejalan dengan capaian UT melalui Anugerah Ekonomi Hijau, yang menegaskan bahwa transformasi pendidikan dapat berjalan beriringan dengan inovasi digital dan komitmen terhadap lingkungan.
